JELAJAHPOS.COM | Bantaeng — Aktivitas transaksi bunker BBM jenis Bio Solar di Kawasan Industri FART Bantaeng (KIBA), Kabupaten Bantaeng, kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah perusahaan disebut menguasai distribusi BBM di kawasan tersebut, di antaranya PT Wijaya dan PT Wintara.
Sementara itu, perusahaan PT Wisan Petro Energi yang sebelumnya diduga terlibat dalam aktivitas serupa, kini tidak lagi terlihat beroperasi. Namun, belakangan muncul dugaan adanya pemain baru dalam transaksi bunker BBM Bio Solar di kawasan industri tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan Tim Media Jelajahpos.com, selama beberapa minggu terakhir ditemukan adanya aktivitas transaksi bunker BBM di area KIBA. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait faktur resi minyak dan sumber BBM Bio Solar yang digunakan dalam operasional tersebut.
Publik juga mempertanyakan, dua perusahaan BBM Bio Solar yang diduga terlibat dalam distribusi di kawasan itu, namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai legalitas dan asal-usul pasokan BBM yang digunakan.
Di sisi lain, kondisi perusahaan PT Huady Nickel Alloy Group disebut tengah mengalami masa sulit. Perusahaan tersebut dikabarkan menutup aktivitas operasional dan merumahkan seluruh karyawan dan karyawatinya.
Namun yang menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat adalah, kapal tugboat (tecbout) masih rutin sandar di jetty milik PT Huady Group dan tetap melakukan aktivitas bongkar muat.
Jika benar PT Huady Group sedang tutup dan karyawan dirumahkan, lalu untuk kepentingan siapa kapal tugboat tersebut rutin sandar dan melakukan aktivitas di jetty perusahaan? menjadi pertanyaan publik yang hingga kini belum terjawab.
Tim Media Jelajahpos.com Biro Bantaeng menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait, khususnya dalam pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan aktivitas industri di kawasan KIBA Bantaeng.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak terkait belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi resmi.
Laporan: Tim Media Jelajahpos.com
Biro Bantaeng




