JELAJAHPOS | Mamuju, Sulawesi Barat – 14 April 2026 Dugaan praktik penggelapan yang menyeret nama oknum anggota TNI kembali mencoreng institusi. Seorang pria berinisial PRM alias Parman, yang disebut bertugas di Korem Mamuju, diduga menggelapkan uang hasil gadai mobil milik warga dan kini menghilang tanpa jejak.
Kasus ini mencuat setelah korban berinisial W mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah usai mempercayakan mobil jenis Mitsubishi L300 miliknya kepada pelaku untuk digadaikan.
Alih-alih menjalankan kesepakatan, pelaku diduga hanya mentransfer sebagian dana dari total nilai gadai Rp27 juta. Korban hanya menerima Rp20 juta, sementara sisa Rp7 juta hingga kini tak kunjung dibayarkan.
“Dia janji setelah sampai di Mamuju langsung transfer penuh. Tapi kenyataannya hanya Rp20 juta yang masuk, sisanya tidak jelas sampai sekarang,” ungkap korban.
Identitas Ganda dan Dugaan Penjualan Ilegal
Fakta lain yang terungkap, pelaku diduga menggunakan identitas ganda untuk mengelabui korban. Awalnya ia memperkenalkan diri dengan nama Irwan, namun belakangan diketahui bernama Parman.
Tak berhenti di situ, kendaraan milik korban yang seharusnya digadaikan justru diduga telah dijual kepada pihak lain. Setelah transaksi tersebut, pelaku menghilang dan memutus seluruh komunikasi.
“Kami dapat informasi mobil itu sudah dijual. Setelah itu dia tidak bisa dihubungi lagi. Seolah-olah hilang begitu saja,” kata korban.
Hilang Tanpa Jejak, Korem Belum Beri Kepastian
Upaya korban menelusuri keberadaan pelaku hingga ke Korem Mamuju tidak membuahkan hasil. Tidak ada kepastian terkait keberadaan oknum tersebut, sementara nomor teleponnya sudah tidak aktif.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan internal dan keberadaan oknum yang diduga masih tercatat sebagai anggota aktif.
Diduga Gunakan Status untuk Yakinkan Korban
Dari penelusuran awal, pelaku diduga memanfaatkan statusnya sebagai aparat untuk membangun kepercayaan korban. Modus ini kerap digunakan untuk melancarkan aksi penipuan atau penggelapan, terutama dalam transaksi bernilai besar.
Sejumlah indikasi kuat mengarah pada dugaan tindak pidana, di antaranya:
• Ketidaksesuaian jumlah uang yang diterima korban
• Penggunaan identitas berbeda
• Dugaan pengalihan atau penjualan kendaraan tanpa izin
• Hilangnya pelaku tanpa tanggung jawab
Sorotan Publik dan Desakan Penindakan
Kasus ini berpotensi menjadi sorotan publik jika tidak segera ditindaklanjuti secara transparan. Masyarakat menilai, tindakan tegas sangat diperlukan guna menjaga kepercayaan terhadap institusi.
Korban pun berharap aparat penegak hukum dan pihak terkait segera turun tangan mengusut tuntas kasus ini.
“Saya hanya minta keadilan. Uang saya belum dibayar, mobil saya juga hilang. Semoga ada tindakan tegas,” tegas korban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai status maupun keberadaan oknum yang dimaksud.



