Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Berebut Air Irigasi Berujung Maut di Soppeng, Kasat Reskrim Dodi Konfirmasi Petani Tewas Ditikam Rekan Sendiri

Redaksi jelajahpos.com
Wednesday, July 15, 2026 | 14:20 WIB Last Updated 2026-07-15T06:25:26Z


JELAJAHPOS | SOPPENG – Tragedi berdarah kembali terjadi di Kabupaten Soppeng. Seorang petani tewas setelah diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam oleh rekan petani lainnya di area persawahan Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, pada Rabu (15/7/2026) pagi.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Alimuddin (68), warga Launga, Kelurahan Appanang. Sementara terduga pelaku berinisial S (48), yang juga merupakan warga setempat dan berprofesi sebagai petani, kini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif.


Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Ramaputra, membenarkan terjadinya peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan kematian tersebut. Menurutnya, insiden ini bermula dari sengketa sepele yang berujung fatal, yaitu persoalan aliran air irigasi persawahan.


"Benar telah terjadi dugaan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di area persawahan Kelurahan Appanang," ujar AKP Dodie saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).


Dodie menjelaskan bahwa perbedaan pendapat mengenai pembagian air tersebut memicu emosi kedua belah pihak hingga terjadi perselisihan fisik yang melibatkan penggunaan senjata tajam. Korban mengalami luka tusuk serius di bagian dada dan nyawanya tidak tertolong.


Dalam proses pengamanan di lokasi kejadian, penyidik berhasil mengamankan dua bilah parang yang diduga kuat digunakan sebagai alat dalam peristiwa penganiayaan tersebut. Barang bukti ini akan dijadikan dasar penyelidikan lebih lanjut untuk merekonstruksi kronologi kejadian secara utuh.

"Kami masih mendalami secara utuh rangkaian kejadian dan motif pastinya. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan sesuai hasil proses penyidikan," tambah Dodie.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di sekitar lokasi kejadian masih tegang. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar menyelesaikan perbedaan, terutama terkait sumber daya alam seperti air irigasi, dengan cara musyawarah dan kekeluargaan, bukan dengan kekerasan yang dapat merenggut nyawa. ( 2R)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Berebut Air Irigasi Berujung Maut di Soppeng, Kasat Reskrim Dodi Konfirmasi Petani Tewas Ditikam Rekan Sendiri

Trending Now

Iklan