Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Bupati Soppeng Hadiri Zakat Nasional BAZNAS Di Cabbengge

Redaksi jelajahpos.com
Saturday, September 05, 2026 | 18:13 WIB Last Updated 2026-09-05T10:13:57Z


JELAJAHPOS |  Soppeng, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, menghadiri penyaluran Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Soppeng di Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Sabtu (5/9/2026).


Sebanyak 345 mustahik dari tiga kecamatan, yakni Lilirilau, Liliriaja dan Citta, menerima bantuan ZIS dengan total nilai mencapai Rp131 juta.



Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng KM Satturi, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran pengurus. Hadir pula unsur Forkopimda, perwakilan Kemenag, perwakilan Dandim 1423 Soppeng dan Kapolres, para Kepala KUA, Camat, Kepala Desa dan Lurah dari tiga kecamatan, serta para muzakki dan mustahik.


Ketua BAZNAS Soppeng KM Satturi mengatakan penyaluran ZIS tahun ini mencakup bantuan bagi fakir miskin, siswa kurang mampu dan pelaku UMKM.


Untuk fakir miskin, bantuan yang diberikan sekitar Rp300 ribu per orang. Sementara siswa kurang mampu menerima sekitar Rp250 ribu beserta tas sekolah. Adapun pelaku UMKM mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp1,5 juta per orang.


“Baru tahun ini dana ZIS disalurkan untuk UMKM,” kata KM Satturi.


Bupati Suwardi Haseng mengapresiasi penyaluran ZIS tersebut. Ia menilai zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban agama, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan ekonomi dalam membantu masyarakat.


Menurutnya, ZIS dapat menjadi instrumen untuk mendorong keadilan dan pemerataan kesejahteraan.


“Zakat bukan sekadar kewajiban agama yang bersifat personal, tetapi merupakan instrumen sosial-ekonomi yang sangat kuat untuk menciptakan keadilan dan pemerataan,” ujar Suwardi.


Ia meminta masyarakat penerima bantuan memanfaatkan dana tersebut sesuai kebutuhan. Bantuan bagi masyarakat kurang mampu diharapkan dapat meringankan kebutuhan keluarga, sementara bantuan modal dapat digunakan untuk mendukung pengembangan usaha.


Suwardi berharap penerima bantuan tidak hanya menjadi mustahik, tetapi mampu meningkatkan kondisi ekonominya hingga suatu saat dapat menjadi muzakki.


“Semoga berkah dari zakat ini dapat mengubah keadaan, sehingga penerima hari ini kelak dapat menjadi muzakki yang mandiri secara ekonomi,” harapnya.


Dalam kesempatan tersebut, Suwardi juga menyoroti potensi penghimpunan zakat di Kabupaten Soppeng.


Ia menyebut penerimaan zakat Soppeng saat ini berada di kisaran Rp2 miliar. Angka tersebut dinilainya masih dapat ditingkatkan jika potensi zakat masyarakat dikelola secara lebih optimal.


Suwardi membandingkan angka tersebut dengan Kabupaten Barru yang disebut telah mencapai sekitar Rp24 miliar.


Karena itu, ia mengajak ASN dan masyarakat yang telah memenuhi nisab untuk menyalurkan ZIS melalui BAZNAS.


Ia juga meminta zakat yang disalurkan langsung kepada keluarga atau masyarakat yang berhak tetap dilaporkan dan dicatat oleh BAZNAS.


Menurutnya, pencatatan yang baik akan membantu pemerintah dan BAZNAS mengetahui potensi zakat masyarakat secara lebih utuh.


“Kalau pencatatannya bagus dan disiplin, mungkin kita bisa lebih tinggi daripada kabupaten lain,” katanya.


Suwardi juga menyampaikan bahwa masa kepengurusan BAZNAS Kabupaten Soppeng akan berakhir pada September.


Masa kepengurusan diperpanjang hingga akhir September karena masih terdapat sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan.


Setelah itu, pemerintah daerah akan membentuk panitia rekrutmen pengurus BAZNAS dan membuka proses pendaftaran secara transparan dan terbuka.


Suwardi berharap proses tersebut dapat menghasilkan kepengurusan yang lebih berkualitas serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana ZIS.


Penyaluran bantuan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis kepada 25 penerima manfaat.


(Red)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bupati Soppeng Hadiri Zakat Nasional BAZNAS Di Cabbengge

Trending Now

Iklan