GfdlTpWoGUW5TUr7GfM9GfdlGA==

Wabup Ngamuk, Rampas dan Robek SK Pelantikan



MORUT, JELAJAHPOS.com-Wakil Bupati Morowali Utara Asrar Abd Samad mengamuk saat pelaksanaan pelantikan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Morowali Utara Jumat sore (9/2/2019.

Amukan Wabup tersebut membuat gaduh seisi ruangan pola Kantor Bupati setempat hingga proses pelantikan terhenti sejenak.
Awalnya kegiatan pelantikan ini berjalan mulus yang di hadiri Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor, Wakil Bupati Asrar Abd Samad dan Sekertaris Daerah Jamaluddin Sudin serta ratusan peserta dan undangan.
Keteramgan di peroleh menit7.com dari Morowali mengatakan, Kronologis kejadiannya berawal pembawa acara membacakan daftar ratusan pejabat yang diambil sumpahnya.
Baru memasuki urutan kedua, Wabup Asrar tiba-tiba turun dari Podium kemudian merampas SK dengan nomor 821.23/08/RHS/KEP-B.MU/II/2018.
Wabup asrar kemudian merobek SK tersebut dan berteriak jangan dilantik sembari menunjuk salah seorang peserta.
Tak puas dengan hanya merobek SK, Wabup kemudian menendang meja pelantikan hingga terjungkal dan nyaris menimpa salah seorang pejabat yang akan dilantik.
Akibat ulahnya tersebut, anggota Polri dan TNI langsung spontan mengamankannya dan menggiring keluar ruangan.
Setelah keluar dari ruangan pelantikan, Wabup kemudian dibawah menuju ruangannya yang hanya berjarak 10 meter dari ruang pola.
Disana dia kembali mengamuk dan membanting foto Bupati Morowali Utara yang terpajang bersandingan dengan fotonya.
Pelantikan pejabat terus dilakukan hingga selesai, saat memasuki puncak acara, Wabup keluar lagi dari ruangannya menuju lokasi parkir kendaraan dinas Bupati.
Wabub berteriak bahwa hanya di Morowali Utara terjadi pungutan fee proyek sebesar 15 persen. Wabup kemudian menendang pintu mobil Bupati hingga penyok dan berjalan kaki menuju rumah dinasnya.
Menanggapi tuduhan Wabup soal fee 15 persen ini, Bupati Aptripel Tumimomor menjawab dengan santai bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar, pasalnya dia selalu sibuk dengan tugasnya sebagai kepala Daerah tanpa mengurusi proyek di Dinas-dinas.
“Kamu kan tau sendiri saya selalu sibuk dengan pekerjaan saya, saya tidak urus yang namanya proyek. Itu urusannya OPD (Organisasi Perangkat Daerah)” ujarnya.
Menyoal pengrusakan terhadap foto dan mobil dinasnya, Bupati mengatakan Indonesia adalah negara hukum dan apabila diperlukan maka akan ditindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Itukan fasilitas negara, nanti kita liat kedepannya (tindakan hukum)” tuturnya.
Menanggapi upaya Kapolres Morowali AKBP Edward Indharmawan Eka Chandra yang berinisiatif untuk memediasi keduanya, Bupati Aptripel menyambut baik rencana ini apalagi tujuannya positif demi kebaikan Daerah Morowali Utara.
“Itu memang tugasnya Kapolres, kita apresiasi, beliau tanggap cepat. Semua untuk kebaikan Morut oke bos” tukasnya.
Terpisah Kapolres Morowali AKBP Edward Indharmawan Eka Chandra mengatakan hingga saat ini kedua kepala Daerah tersebut dalam keadaan baik-baik saja dan menunjukkan sikap saling menghormati dan menghargai. “Situasi dalam keadaan aman dan terkendali” tegasnya. Sumber berita menit7.com

Type above and press Enter to search.