Pelaku pemukukan dan penyiraman kopi panas terpancing emosinya saat mendengar perkataan Dokter Fransiska yang menanyakan hubungan pelaku dengan pasien yang berinisal DR (18).
"Saat DR melakukan konsultasi, Dokter Fransiska membawa hasil lab milik DR ke laboratorium. Dalam proses lab tersebut membutuhkan waktu setengah jam," kata Komite Hukum dan Etik Andreas Sofiandi, di Rumah Sakit Husada, Jakarta, Jumat (22/11/2013).
Setelah itu, pelaku menanyakan hasil lab dan apakah penyakit yang diderita DR serius dan berbahaya. "Dokter Fransiska pun menanyakan apa hubungan pelaku dengan pasien. 'Apa hubungan anda dan pasien?," ujar Andreas menirukan pernyataan Fransiska.
Mendengar pernyataan Fransiska tersebut, HH (55) langsung tersulut emosinya dan memaki-maki Dokter Fransiska dengan kata-kata kasar.
"Puncak pernyataan itu, HH memaki-maki Fransiska dengan kata-kata kebun binatang. Saat Dokter Fransiska hendak merekam dengan smart phone, pelaku menyiram dengan kopi yang ia bawa dan memukulinya.”
"Setelah kejadian, kami langsung melaporkannya ke Polsek Sawah Besar dengan membawa barang bukti berupa baju yang kotor akibat disiram kopi. Setelah itu ia langsung melakukan visum," tandasnya.
sumber: okezone.com
Perkataan Ini yang Membuat Dokter Fransiska Disiram Kopi

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
Trending Now
-
Wali Pitue (Wali Tujuh) 1)Syekh Yusuf (Toanta Salamaka), 2) Petta Lasinrang (Petta Lolo), 3). Arung Palakka (Petta to malampe'e gem...
-
Ket foto ilustrasi JELAJAHPOS | Soppeng 8/3/26 – Kasus dugaan pemerasan kembali mencuat di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Seorang ...
-
Terbongkar! Mafia Daging Kedaluwarsa Siapkan 9 Ton untuk Pasar Lebaran, Bareskrim Polri Turun TanganJELAJAHPOS | Jakarta – Satuan Reserse Mobil (Resmob) Bareskrim Polri mengungkap praktik peredaran daging beku impor kedaluwarsa dalam jumla...
-
JELAJAHPOS | Kolaka – Dalam suasana bulan suci Ramadan, Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Kolaka, Armansyah, SE, menggelar keg...
-
DPW KPK-Tipikor Sultra Peringatkan Inspektorat Kolaka Soal “Surat Bebas Temuan” Jelang Pilkades 2026JELAJAHPOS | Kolaka, 18 Maret 2026 — DPW KPK-Tipikor Sulawesi Tenggara secara tegas memperingatkan Inspektur Daerah Kabupaten Kolaka agar t...
