GfdlTpWoGUW5TUr7GfM9GfdlGA==

Diduga Pembangunan Jembatan Titian Ulin di Kelurahan Pegatan Hilir Tidak Transparansi Serta Dikerjakan Tidak Sesuai pada spesifikasi dan RAB nya

 

JELAJAHPOS.COM KATINGAN,  -   Kegiatan proyek pambangunan jembatan titian ulin, kini banyak menjadi tanda tanya? oleh pihak warga setempat serta begitu banyak dugaan serta persangka sehingga telah di nilai penuh oleh pihak nya itu proyek gelap/di anggap proyek siluman di karena kan tidak ada ke transparanan pada proyek tersebut, serta bersumberkan dari dana apa? 


Informasi yang berhasil di himpun awak media ini, kepada salah seorang warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, Selasa (10/8/21) sekira Pukul  09 : 15 Wib. 


Diketahui Kegiatan proyek pembangunan jembatan titian ulin telah di bangun tanpa memasang papan informasi proyek sehingga di anggap proyek gelap, yang berukuran lebar 2 meter dan panjang kurang lebih 65 meter, dan dari besaran dana kurang lebih 100 juta yang berlokasi di ujung tajur RT 01/RW 01, kelurahan Pegatan Hilir Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah.


Dalam hal tersebut, tentu banyak menjadi perbincangan warga setempat serta dugaan, perasangaka hingga telah dinilai penuh bahwa kegiatan proyek tersebut di anggap proyek gelap / proyek siluman dan dibekerjakan tidak sesuai pada ketentuan spesifikasi dan juga RAB nya, 


Kenapa kegiatan proyek pambangunang di anggap demikian? 



Ironisnya kegiatan tersebut di laksanakan secara gelap-gelapan tanpa ada musyawarah nya dengan warga setempat serta tanpa memasangkan papan informasi proyek, sehingga pihak nya tidak  mengetahui itu proyek berasal kan dari sumber dana apa?, serta di bekerjakan dengan asal-asalan yang penting jadi, namun di anggap banyak penyelimpangan dalam proyek itu sehingga tidak sesuai pada ketentuan Spesifikasi dan RAB nya. 


"Proyek di bangun tanpa memasang papan informasi proyek, sehingga kami tidak tahu akan kegiatan itu berasalkan dari sumber dana apa," Ujarnya warga yang tak mau di sebut kan nama nya. 

"Proyek tersebut di bekerjakan dengan Asal-asalan yang penting selesai, sehingga banyak Kejanggalan dalam kegiatan itu, " ungkap nya. .


" Dan proyek itu pun dibangun tidak sesuai pada ketentuan spesifikasi dan RAB nya, karena yang seharusnya untuk bagian tiang harusnya memakai pondasi kalang akan tetapi di rubah hanya dengan cerucuk kayu galam saja, dan untuk gelagar hanya menggunakan balok 5X5 sudah pasti tidak sesuai speks nya dan untuk tinggi jembatan hanya 75 cm dan masuk ke bawah 25 cm  jadi itu sudah pasti tidak ada kekuatan nya, "imbuhan nya..


"Jembatan itu di jalani maunyut/bergoyang kebawah takut nya kalo tukang pengangkut gerobak uyah yang lewat menjalani nya itu bisa-bisa patah, karena gelagar nya cuman di pasangkan hanya dengan menggunakan balok 5/5 saja yang sebenar nya itu 5x7 itu yang seharusnya di pasang biar kuat dan sesuai spesifikasi nya namun sebalik nya,"katanya warga. 


Dengan demikian setelah mendapat informasi serta beberapa dokumentasi proyek tersebut pihak media mengkonfirmasi ke pak lurah Pegatan Hilir guna untuk meminta penjelasan tentang proyek tersebut agar pemberitaan berimbang , 


" kegiatan proyek pambangunang jembatan titian, itu kerangka nya kayu ulin untuk lantai hanya menggunakan kayu lunak biasa jenis meranti, kalo untuk sumber Dana nya menurut informasi yang kami ketahui saat di pertemuan kemarin dengan pihak Disperkim itu Kegiatan bersumberkan dari dana Asfirasi partai dewan, kalo tidak salah partai pak firdaus itu partai PAN untuk besaran dana saya tidak mengetahui persis, karena kami hanya menerima orang bekerja saja dan untuk lebih jelas nya coba tanyakan langsung ke konsultan nya pak Sigit, " ujar lurah Pegatan Hilir. . 


Namun sebalik nya saat di konfirmasi ke pak Sigit yang diketahui pihak lurah Pegatan bahwa dia selaku konsultan di kegiatan tersebut guna untuk mempertanyakan tentang besaran dana proyek tersebut. 


"Saya bukan konsultan nya saya bagian fisik nya, proyek itu dari pemerintah daerah dan saya kurang hapal juga itu saya kurang faham bagaimana maksud nya dan ini kegiatan dari pemerintah daerah dinas Perkim , untuk besaran dana nya nanti saja pak saya tidak bisa menjelaskan,"ucapnya Sigit kepada media. 


"Ya nanti saja pak ketemu aja di pegatan nanti saya juga kesana, dan kalo lewat telpon saya gak bisa menjelaskan dan saya tidak begitu faham juga maksud nya sampean bagaimana, dan saya tidak bisa juga menjelaakan dengan hal-hal lain secara detail berapa besaran dana anggaran proyek tersebut, karena saya juga tidak begitu faham juga dengan begitu karena saya hanya pelaksana kegiatan, dan menurut saya kurang etis kalo lewat telpon, "ujar Sigit, , .


Dengan ada nya perihal tersebut yang mana telah di anggap banyak Kejanggalan dan juga banyak penyelimpangan terkait proyek tersebut yang berakibat ada dugaan  merugikan keuangan negara maka pihak warga masyarakat kelurahan Pegatan Hilir meminta dengan penuh harapan agar pihak yang berwenang bisa turun memantau langsung ke lokasi serta bisa menindaklanjutinya wabil Khusus kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Palangkaraya.


(FZN)