GfdlTpWoGUW5TUr7GfM9GfdlGA==

Ponpes Dipolman Sulbar Tercemar Nama Baik Akibat Kasus Ini


JELAJAHPOS.COM Seorang santri di Polman Sulbar, diduga jadi korban pencabulan oleh pimpinan ponpes, kasus ini bahkan telah ditangani oleh PPA polres Polman dan masih dalam penyelidikan. 


Seorang oknum pimpinan pondok pesantren (ponpes) berinisial ZU. Polisi pun tengah menyelidiki kasus ini usai diadukan keluarga korban.


"Kami sudah membuat surat aduan ke polisi atas kasus pencabulan," kata pendamping korban, kepada Media, Sabtu (8/7/2023).


Dwi mengatakan, surat pengaduan atas kasus pencabulan ini disampaikan ke polisi pada Rabu (5/7/23). Pihak keluarga korban sengaja memintanya untuk mendampingi korban atas kasus dugaan pencabulan tersebut.


Surat aduannya sudah diserahkan ke polisi. Saya yang menyerahkan bersama keluarga korban," ungkapnya.


Dwi mengungkapkan tindak pencabulan ini terjadi di Ponpes yang terletak di Kecamatan Tapango kabupaten Polewali Mandar Sulbar, Sabtu malam (24/6). Korban awalnya bersama sepupunya hendak ke kantin ponpes.


"Kantinnya itu berdampingan dengan pondoknya ustaz (ZU). Sebelum sampai ke kantin dicegat ustaz lalu disuruh ke pondoknya," ujar Dwi.


Setelah itu, korban diminta masuk ke dalam kamar ZU. Sementara sepupu korban diminta menunggu di luar kamar ZU.


"Masalahnya, sepupunya ini korban ditahan, diminta menunggu di luar (kamar ZU)" tambahnya.


Sebelum melancarkan aksinya, ZU mengajak korban bercerita. Korban juga diberikan uang Rp 100.000 dengan alasan untuk jajan.


"Pertama korban katanya diajak ngobrol biasa, tanyakan kehidupan pribadi, lalu korban dikasih uang 100 ribu katanya untuk jajan. Setelah itu korban diminta untuk memijat betis dan paha oknum pelaku," beber Dwi.


Menurut Dwi, korban mengaku merasa terhipnotis sehingga tidak dapat menolak permintaan ZU. Saat itulah terduga pelaku melakukan aksi pencabulannya.


Usai dicabuli ZU, korban yang masih merasa linglung lalu kembali pulang ke asramanya. Korban baru tersadar setelah bertemu dengan sepupu dan santri lainnya.


"Setelah kejadian (korban) kembalik ke asramanya dalam keadaan linglung, temannya sempat menanyakan dari mana lalu ditunjuk pondok ustaz. Si korban menangis lalu menceritakan kepada sepupunya terkait apa yang dialami, paginya korban lalu kabur meninggalkan ponpes," imbuhnya.


Sementara kasus ini, Kanit Pelayanan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Polman Ipda Mulyono membenarkan terkait adanya surat aduan tersebut. Aduan itu tentang pencabulan yang diduga dilakukan oknum pimpinan ponpes berinisial ZU.


"Saya sudah lihat, sudah ada permintaan keterangan awal dari yang diduga sebagai korban. Pengaduannya pencabulan yang diduga (dilakukan oknum pimpinan ponpes) seperti itu," ungkap Mulyono yang dikonfirmasi terpisah.


Ipda Mulyono menegaskan, pihaknya akan segera menyelidiki aduan kasus pencabulan tersebut. Termasuk memanggil sejumlah saksi dan oknum pimpinan ponpes yang diadukan.


"Ada mekanisme yang harus kita lalui dari pengaduan itu, nanti kita lakukan penyelidikan dulu, berupa permintaan keterangan terhadap saksi-saksi, terhadap masalah yang dilaporkan, TKP dan sebagainya. Kami juga meminta keterangan orang yang dilaporkan, nanti kita simpulkan apakah terdapat bukti permulaan yang cukup terhadap peristiwa yang dilaporkan," pungkasnya.(MS)