JELAJAHPOS.COM | Kolaka Sulawesi Tenggara Semangat pelestarian adat Tolaki membara di Kelurahan Balandete, Kabupaten Kolaka.
Pada Minggu (25/01/2026), Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tamalaki Wonua Kolumba Sulawesi Tenggara periode 2026-2031 resmi dikukuhkan dalam sebuah upacara khidmat yang sarat akan nilai-nilai luhur.
Bertempat di Wonua Kolumba, acara ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan sebuah pernyataan sikap untuk menciptakan kader yang berjiwa kesatria dan teguh menjaga kehormatan adat di tengah arus zaman.
Prosesi Sakral dan Penegasan Ikrar Acara dimulai dengan kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya yang disusul dengan lagu daerah Wonua Mekongga, menciptakan suasana emosional yang memadukan cinta tanah air dan kebanggaan akan akar budaya.
Puncak acara terjadi saat Bapak Nasruddin Lapabali (Puuno Tono Motuo Wonua Kolumba sekaligus Ketua Dewan penasehat ) memimpin prosesi pengukuhan.
Di bawah langit Balandete, para pengurus terpilih mengucapkan sumpah setia untuk mempertahankan budaya Tolaki yang berlandaskan nilai Kalosara.
Ketua Umum DPP Tamalaki Wonua Kolumba, Bahrul, S.Kom, memimpin langsung pembacaan ikrar dan sumpah organisasi.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Tamalaki bukan hanya simbol keberanian fisik, tetapi simbol keteguhan moral.
"Kami hadir untuk menjadi benteng kebudayaan. Kader Tamalaki harus memiliki jiwa kesatria dan kokoh memegang teguh nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur kita," ujar Bahrul.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Tokoh Adat Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk perwakilan Bupati Kolaka dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka, H. Muhammad Jusrin Jafar, S.Sos. Dalam arahannya, beliau mengapresiasi semangat pemuda dalam menjaga identitas daerah.
Dukungan serupa juga mengalir dari: Bapak Muhlis Halim, M.Si (Mewakili Hopulo Tono Motuo).
Yusran Basiri, S.Pd., M.Pd (Aliansi Masyarakat Adat Tolaki Mekongga Mepokoaso). Bapak Irwan, ST (Lurah Balandete).
Atraksi Budaya yang Memukau Sebagai penutup yang mendebarkan, para hadirin disuguhkan dengan penampilan tarian dari Sanggar Mepokoaso Kolumba.
Tak hanya itu, suasana semakin riuh saat pasukan Tamalaki Wonua Kolumba Sultra menampilkan atraksi Budaya dan ketangkasan fisik.
Atraksi yang dilakukan oleh personel terlatih ini menjadi simbol kekuatan dan kesiapsiagaan para pengawal adat dalam menjaga harmoni di bumi Sulawesi Tenggara.
Dengan resminya pengukuhan ini, Tamalaki Wonua Kolumba siap melangkah untuk lima tahun ke depan sebagai garda terdepan pelestari budaya Tolaki di Sulawesi Tenggara.
Salam Aso Wonua! Salam Mepokoaso!
Kaperwil Sultra-Mulyadi Ansan



